Rimbun keampunan

Detik itu berlalu lagi. Hari demi hari. Minggu berganti minggu. Bulan bersilih bulan.Tatkala kekalutan dan kesibukan yang kita lalui. Tatkala keghairahan dan keseronokan yang kita kongsi. Tatkala kesenangan dan kelapangan yang kita rasai. Tatkala kesedihan dan kemuraman yang kita alami. Tatkala itu juga kita sering tersungkur dan terjerumus. Acapkali jatuh dan rebah dalam lembah dan arus yang menyimpang dari jalanNya. Hingga kadang-kadang membuatkan keadaan manusia tidak lagi takut kepada Tuhannya. Dalam keadaan manusia tidak lagi dapat membezakan antara hak dan yang batil. Dalam keadaan manusia tidak lagi dapat membedakan yang mana dosa dan yang mana pahala.

Waktu itu tetap kan berlalu lagi. Dari tahun ke tahun. Dan mungkin juga dekad ke dekad berikutnya. Dan abad ke abad seterusnya selagi belum sampai hari besar itu. Namun,dalam kesempatan masa dan kehidupan yang diberikan olehNya buat kita, sejauh mana kita habiskan untuk mencari redha dan rahmatNya? Setakat mana kita peruntukkan untuk menggarap kasih dan sayangNya? Selama mana kita luangkan untuk meraih cinta dan rinduNya? Hanya kita yang bisa meleraikan persoalan ini. Hanya kita yang mampu merungkai kekusutan ini.

Moga-moga Dia masih sudi menerima taubat dan memberikan keampunan buat kita.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: