Monthly Archives: July 2010

Usaha bukan hasil

Melangkah atas jalan yang satu, di atas jalan yang pernah dan telah dilalui kekasihNya dan para sahabat adalah satu amanah yang sememangnya perlu digalas. Berjalan bukan hanya sekadar dengan anggota dan kudrat yang ada tapi selayaknya dengan bekal iman, amal, mahabbah dan ukhuwwah. Jalan ini bukan jalan-jalan indah persis permaidani merah ditaburi kelopak-kelopak bunga yang mengharum tapi jalan ini adalah jalan yang beralaskan duri-duri tajam direntangi fatamorgana dunia yang menggiurkan.

“Katakanlah: “Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikuti mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah (s.w.t), dan aku tidak termasuk orang-orang yang musyrik.” (Yusuf:108)

Sesukar dan serumit mana pun jalan yang perlu direntas, walaupun selautan harta mahupun segunung keringat hatta sekeping jiwa yang perlu dibayar, jalan ini perlu dilalui untuk harga indahnya syurga itu. Bukan hasil yang menjadi sandaran utama tapi nilai usaha yang dipertaruhkan. Usaha bukan hasil. Moga jiwa-jiwa kita terus tsabat kerna ujian itu takkan pernah lekang bila mana solat, ibadat, hidup, dan matimu diserahkan sebulat-bulatnya buat Dia.

Advertisements

Menghargai

Belajar untuk lebih menghargai…hargai segala yang telah, sedang dan akan dimiliki…tarbiyyah dari jatuh bangun dalam titian menuju sebuah kecemerlangan…teringat kata-kata seorang ukhti; dalam jalan yang dilalui ini, tak banyak jiwa yang akan merasai apa yang kita rasai…hanya yang benar-benar layak sahaja tega untuk diuji dengan permasalahan sebegini…

Bersyukur atas ketukan yang Dia lontarkan…terasa cukup bermakna di sebalik perit yang ditanggung…cukup sempurna di sebalik derita yang dipikul…sendiri tapi Dia masih menemani…menyepi tapi alam tetap merai…terima kasih Allah atas hikmah ujian ini…

Perjuangan takkan pernah selesai selagi kedua kaki masih belum menginjak ke pintu syurga…mujahadah yang takkan pernah ada noktahnya…melangkah dan terus melangkah…


Warfarin

Tak semua perkara yang diimpikan bakal menjadi kenyataan. Kadang-kadang kita idamkan segalanya berjalan lancar, tapi Dia jauh lebih tahu mengapa dan kenapa terjadi sebalikya. Tak perlu menyalahkan keadaan hatta merumitkan situasi yang ada. I love this word “konsisten” atau lebih tepatnya “istiqamah”. Memang sukar untuk mengaplikasikannya tapi yang susah itulah ada manisnya. Atau dengan kata lain yang sukar itulah akan mengurangkan risiko untuk terjadinya perkara yang senang menyimpang dari jalanNya.

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.” (Al Baqarah: 216)

Macam analogi warfarin drug: Everything needs to be consistent untuk ‘balance’kan the risks and benefits. Patients need to consistently take their dose, consistently have INR measured, consistent diet, consistent with medications. Kalau tak konsisten akan bawa kesan yang lebih buruk kepada pesakit – excessive bleeding or intracranial hemorrhage which may lead to death.

Harus dan perlu untuk ada istilah “konsisten”  dalam kamus kehidupan seorang mukmin. Tahu setiap jiwa berbeda dan punya kemampuan masing-masing namun konsisten bukanlah diwarisi dari seorang ayah atau ibu. Bukan sejak azali dijadikan konsisten. Tapi konsisten itu datang dari diri. Dari hati yang ingin memberi. Perlu aplikasi dari hari ke hari. Moga aku, dia dan mereka bisa memuatkan istilah “konsisten” dalam senarai diari kehidupan ini demi cinta yang satu.