Warfarin

Tak semua perkara yang diimpikan bakal menjadi kenyataan. Kadang-kadang kita idamkan segalanya berjalan lancar, tapi Dia jauh lebih tahu mengapa dan kenapa terjadi sebalikya. Tak perlu menyalahkan keadaan hatta merumitkan situasi yang ada. I love this word “konsisten” atau lebih tepatnya “istiqamah”. Memang sukar untuk mengaplikasikannya tapi yang susah itulah ada manisnya. Atau dengan kata lain yang sukar itulah akan mengurangkan risiko untuk terjadinya perkara yang senang menyimpang dari jalanNya.

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.” (Al Baqarah: 216)

Macam analogi warfarin drug: Everything needs to be consistent untuk ‘balance’kan the risks and benefits. Patients need to consistently take their dose, consistently have INR measured, consistent diet, consistent with medications. Kalau tak konsisten akan bawa kesan yang lebih buruk kepada pesakit – excessive bleeding or intracranial hemorrhage which may lead to death.

Harus dan perlu untuk ada istilah “konsisten”  dalam kamus kehidupan seorang mukmin. Tahu setiap jiwa berbeda dan punya kemampuan masing-masing namun konsisten bukanlah diwarisi dari seorang ayah atau ibu. Bukan sejak azali dijadikan konsisten. Tapi konsisten itu datang dari diri. Dari hati yang ingin memberi. Perlu aplikasi dari hari ke hari. Moga aku, dia dan mereka bisa memuatkan istilah “konsisten” dalam senarai diari kehidupan ini demi cinta yang satu.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: