Di sisi

Kembara hidup belum cukup indah kiranya rencah yang ditabur di dalamnya tak pernah berubah. Jika rasa yang sama saban hari menemani liku-liku perjalanan tanpa secalit rasa yang hinggap bermakna hari seorang jiwa hamba itu disia-siakan. Mungkin ramai yang biasa mendengar ungkapan moga hari ini lebih baik dari hari semalam. Tiada pula yang berharap untuk hari semalam sama dengan hari esok ataupun lebih teruk dari hari kelmarin.Bukan sebab mahukan kelainan namun kerana kepelbagaian rasa itu mencukupkan asam garam kehidupan.

Rencah hidup datang dan pergi persis sang malam menantikan sang siang menggantikan dirinya. Silih berganti mengikut aturan yang Dia aturkan. Ianya bisa datang dalam pelbagai bentuk dan keadaan. Kadang-kadang bertamu dalam suasana yang tak pernah disangka-sangka. Rencah itu bisa mencoretkan pahit manis dalam diari kehidupan. Mungkin juga menukilkan suka duka dalam lembaran permusafiran. Atau melakar sejarah terulung untuk dipahatkan dalam ruang nubari.

Perginya dia dari sini, dari bumi subur yang menghidupkan pokok tarbiyyah dan akar dakwah dalam jiwa sememangnya dirasai…perpisahan yang dari dulu tak dapat dibayangkan dengan pancaindera yang ada…tak dapat nak digambarkan dengan lisan yang tersedia…namun, hakikatnya, kini sudah hampir dua minggu semua itu dihadapi tanpa dia…tanpa dia di sisi…tanpa seorang insan yang suatu ketika dulu menjadi perantara untuk mencuit  hati ini ke jalan ini…tanpa satu jiwa yang suatu masa dahulu menjadi penghubung untuk menambat sanubari ini ke dalam gerabak ini…duhai hati, usah sayu membiarkan bayu membawa khabaran jauh dari tanah perjuangan sebenar…dari lautan luas yang terbentang dengan gelora dan ombak mengganas…ketahuilah, perpisahan ini cuma sementara..perpisahan ini atas ketentuanNya untuk dia meneruskan langkah mengatur sebuah pertemuan bagi jiwa-jiwa yang lain…

Kudoakan agar dia terus mekar dalam memacu langkah dalam jalan dakwah dan tarbiyyah…moga ikatan aqidah ini akan terus gagah merantai jiwa-jiwa kita dalam menghadap hari-hari mendatang…moga utuhnya tali ukhuwwah fillah ini tega mengheret kita bersama-sama untuk bersantai di taman-taman syurga nanti…This love only Allah knows…

“Maka eratkanlah Ya Allah akan ikatannya. Kekalkan kemesraan antara hati-hati ini akan jalanNya yang sebenar. Penuhkan piala hati ini dengan cahaya RabbaniMu yang tidak kunjung malap. Lapangkan hati-hati ini dengan limpahan iman/keyakinan dan keindahan tawakkal kepadaMu. Hidup suburkan hati-hati ini dengan ma’rifat tentangMu. Jika Engkau mentaqdirkan mati, maka matikanlah pemilik hati-hati ini sebagai para syuhada dalam perjuangan agamaMu. Engkaulah sebaik-baik sandaran dan sebaik-baik penolong. Ya Allah perkenankanlah permintaan ini…”


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: