Layakkah aku?

Ramadhan yang menyentuh tangkai hati

30 Ramadhan 1431H. Jejak terakhir meniti hari dalam bulan yang penuh barakah dan kemuliaanNya. Terasa masa berlalu terlalu pantas…amat pantas…purnama yang pada awalnya berupa anak bulan sabit kini kembali seperti itu…petanda bahawa Syawal kini semakin menghampiri..

Ramadhan itu…tak terhitung segala nikmat yang Dia berikan..bulan yang menggandakan pahala buat jiwa-jiwa yang mencari bekalan untuk di bawa ke sana nanti…bulan yang mengislahkan nubari demi menempuh perhitungan di alam sana nanti…bulan yang menyentuh tangkai hati untuk kembali meraikan fitrah kepada pencipta diri ini…

Ramadhan itu punya ceritera yang tak bisa diungkap dengan bicara lisan..Ramadhan itu kaitnya dengan tangkai hatimu..dengan qalbumu…

sejauh mana dirimu memburu malam idaman yang lebih baik dari seribu bulan?

sejauh mana hidupmu di bawah bayangan Al-Furqan?

sejauh mana jiwamu mengekang  al-hawa’ dari segala macam perkara yang dilarang?

sejauh mana pengabdianmu dalam tunduk sujud syukur padaNya?

Tepuk dada, tanya iman…

Aidilfitri dan hakikatnya

Berakhirnya Ramadhan bermakna Aidilfitri sudah semakin hampir. Tentu banyak dalam kalangan kita yang sibuk membuat persiapan untuk menyambut perayaan tersebut hingga meminimakan pengabdian dan hak pada Pencipta Agung. Hinggakan Ramadhan yang bakal ditinggalkan itu tidak diendahkan…

Apakah Ramadhan itu ditempuh sekadar berhaus dahaga demi meraikan hari lebaran?

Adakah kita layak untuk merayakannya sebenarnya?

‘Aid’ atau ‘id pada permulaan perkataan Aidilfitri membawa maksud perayaan. Manakala ‘fitri’ atau fitr pula merujuk kepada Fitrah.

Hakikatnya, pengertian Aidilfitri ialah perayaan merayakan fitrah yakni meraikan diri yang kini kembali kepada fitrah Islam – sejahtera, suci, tulus dan bersih dari segala noda dan dosa setelah melalui pentarbiyyahan universiti Ramadhan…

Universiti yang menyediakan kursus untuk mengislahkan tangkai hatimu, menyuburkan kelesuan imanmu, menyegarkan kelayuan taqwamu dan menakungkan kekeringan mahabbah dalam dirimu…

Kemenangan itu hanya untuk jiwa yang mengisi Ramadhan sesempurna hati…

Kemenangan itu hanya untuk jiwa yang mengisi Ramadhan sesempurna hati…

untuk mereka yang kembali kepada fitrah cinta Allah dan Rasul yang hakiki…

untuk mereka yang berjaya menjadi sebenar-benar hamba Ilahi…

Malu padaNya andai aku jadi insan yang paling teruja menyambut kemenangan ini tapi jauh dari neracaNya aku adalah antara mereka yang kecundang dan gagal dalam menunaikan hak-hakNya.

Duhai jiwa, muhasabahlah! mujahadahlah selagi dirimu masih di sini…di bumi ini..di medan ini untuk kau kutip seberapa banyak buah amal untuk ketemu Dia suatu masa nanti…

Aku yang masih mengembara menuju ke syurgaNya…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: