Sang lebah

Hidup ini punya agenda..tak dijadikan kita di dunia ini semata-mata untuk bersantai-santai, bergurau canda dan bersenang-lenang…andai kehidupan itu yang dirasakan, maka masih belum sempurna penciptaan kita di bumi ini sebagai khalifah olehNya…belum cukup layak untuk dilantik menjadi pemimpin maya…terbaik pada neraca manusia tidak semestinya terbaik pada neraca Ilahi…manusia yang terbaik dalam kalangan terbaik adalah mereka yang berjuang pada jalanNya..sedaya upaya melaksanakan ajaranNya…berhabis-habisan menyampaikan firmanNya…

“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah dan mengerjakan kebajikan dan berkata “sungguh, aku termasuk orang-orang muslim (berserah diri)?” (Fussilat:33)

Jadilah seperti sang lebah…tak kenal erti lelah dalam mencari sebuah penghidupan…bukan hidup untuk dirinya sendiri malah menyumbang pada penghidupan makhluk yang lain…ia mengumpul manisan dari bunga-bungaan ciptaan Yang Maha Agung…kemudian menukarkannya menjadi madu yang seterusnya digunakan untuk keperluan diri  dan orang lain…manusia seharusnya begitu…tak seharusnya duduk diam, menongkat dagu dan bergoyang kaki…tapi sepatutnya sibuk sehari-hari mengislah diri dan menyampaikan apa yang difahami…kedua-duanya harus bergerak serentak…berjalan seiringan demi menggapai Jannatul Firdausi…

Tak ada jalan yang menyediakan kehidupan seperti itu melainkan diri rela ditarbiyyah dan dibentuk dengan jalan al-haq bukan yang batil…

Persoalannnya, sama ada kita mahu atau tidak untuk ditarbiyyah?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: