Bumi akhir usia

Sedar atau tidak, dunia ini bukanlah semakin muda namun sebaliknya…bumi di akhir usia, maka manusia juga di akhir usia…tapi, berapa ramai yang menyedari hakikat ini? berapa ramai yang masih menyangka bahawa hidup ini masih panjang? berapa ramai yang masih merasakan usia mereka masih di awal sebuah penghidupan? Kata orang, usia itu cuma angka. Benar. Usia itu memang angka, ada naiknya tapi takkan pernah ada turunnya…

Aku melihat dari kejauhan…cuba merenung dengan mata hati…melihat dunia dengan perspektif yang berbeda…mencari jawapan pada satu persoalan. Apakah manusia itu tahu tujuan hidup ini diciptakan atau sebaliknya? Manusia tetap manusia, sejak dari Nabi Adam a.s dan Hawa hinggalah saat ini. Manusia itu tidak pernah mengalami sebarang perubahan dari segi kejadiannya. Tetap sama diciptakanNya dengan tujuan hidup yang sama iaitu mengabdikan diri pada Tuhan yang satu. Cuma yang berubah hanyalah kuantiti dan kualiti manusia yang ada di muka bumi ini…

“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepadaKu” (51:56)

Hari demi hari, bumi ini tidak lagi sesubur dulu…terlalu banyak kekacauan yang menempel pada kerak-kerak bumi…terlalu banyak kemusnahan yang mengganggu imbang kestabilannya…sana-sini masalah ummat diperkatakan…tak perlu untuk diceritakan lantaran semuanya sudah terang lagi bersuluh…masalah ummat kini bukan lagi tenat tapi ibarat telur di hujung tanduk..cukup kritikal…cukup serius…apakah kita masih belum sedar? atau kita sengaja menafikannya? Realitinya, pahala tetap pahala dan dosa tetap dosa…matlamat takkan pernah menghalalkan cara…

Justeru, penawarnya cuma satu…buka pintu hati seluas-luas yang mungkin…tundukkan mahkota ego serendah-rendah yang boleh…kembalilah menjadi hamba yang sebenar-benar pada Pencipta..kembalilah menjadi manusia yang fitrah…pohonlah supaya hidayah itu menjadi milikmu…andai ketukan sudah kedengaran, usah berlengah, ambillah, garaplah dan genggamlah  sekuat yang mungkin…moga tsabat itu jadi buah amal untuk bersama bidadari-bidadari yang yang membatasi pandangan, yang tidak pernah disentuh oleh manusia mahupun jin sebelumnya atau bersama bidadara-bidadara yang tetap muda, yang apabila melihatnya, akan kamu kira mereka mutiara yang bertaburan…

“…Dan bagi kamu di dalamnya (syurga) apa yang kamu inginkan dan bagi kamu (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. Sebagai penghormatan (bagimu) dari Rabb yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (41: 31-32)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: