Refleksi diri

Refleksi diri…Sudah cukupkah berkorban dan terkorban?

Hidup kadang terasa lelah..dihentam dengan 1001 gelombang dan tribulasi…direngkuh dengan 1001 mehnah dan ujian..hingga kadang rasa diri tak ampuh lagi…rasa ingin hentikan semuanya..namun, setiap kali ingin mengundur diri, aku dihujani dengan satu rasa..rasa yang membuatkan aku tak jadi untuk berpaling…rasa yang membuatkan aku ingin kembali berdiri…rasa yang membuatkan aku tersedar untuk berbicara…

Rasa itu…Rasa malu pada Allah…malu untuk mengeluh. ..malu untuk mengalah..malu untuk menyesal…malu untuk untuk tidak bergerak  ke hadapan…malu untuk tidak bangun dari kejatuhan…

Kenapa rasa malu? Sebab Dia berikan terlalu banyak nikmat sehari-hari…nikmat yang tiada tara nilainya…nikmat yang tak boleh dihitung dengan kiraan kalam manusia…nikmat yang mungkin kita tak pernah sedari…bila mana kita gagal, kita lupa nikmat cemerlang suatu masa dulu…bila mana kita sakit, kita alpa nikmat sihat saat sebelumnya…bila mana kita dihimpit dengan masalah, kita tak endah dengan nikmat waktu lapang  yang ada…dan nikmat-nikmat lain yang tak mungkin mampu diceritakan semuanya…

apakah tega untuk kita mengeluh bila dijentik dengan sekelumit tribulasi?

apakah pantas untuk kita mengalah bila disapa dengan sedikit mehnah?

apakah kita bisa menyesal bila disentuh dengan secebis ujian?

“Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?(Ar-Rahman:13)

Sungguh, aku malu pada Allah… malu untuk tidak selesaikan perjuangan ini..malu untuk tidak teruskan perjalanan ini…malu untuk tidak  tunduk syukur dalam kehidupan ini…sebab nikmat Dia masih terus mencurah…sebab nikmat Dia masih terus menyimbah…sungguh, aku jadi malu sendiri…

Biar dada terasa sempit…biar sukma terasa dihimpit…tapi, ketahuilah Dia ada untuk menemani sepanjang kesempitan itu…Dia ada untuk mengiringi sepanjang kesulitan itu…Dia ada untuk mendampingi sepanjang kerumitan itu…Ujian tarbiyyah terbaik daripada Allah…untuk kita maju setingkat ke atas…untuk kita mara selangkah ke hadapan…lantas mengapa diri masih di situ? membiarkan masa berlalu tanpa usaha semaksima mungkin?

“Apakah manusia mengira bahawa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan,” Kami telah beriman,” dan mereka tidak diuji?” (Al-Ankabut:2)

Refleksi diri…

Muhasabah diri…

Sudah cukupkah berkorban dan terkorban?

Bertabahlah…Semoga Allah redha.

nota kaki: tarbiyyah dzatiyyah untuk diri…kena habiskan…sikit je lagi..🙂

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: