Ketakutan yang dicari

Umpama melalui jalan penuh duri…takut untuk menyentuh dan melangkah di atasnya…

Siapakah yang pernah dan cuba membayangkan bagaimana jika semalam adalah pengakhiran hidupnya, dia tidur di malamnya lalu hari ini tiada untuknya?

Mereka yang kulihat hari ini cukup rancak mengisi masa mencari satu penghidupan..siang malam bertebaran di muka bumi, bertungkus lumus mengerah keringat menggapai 1001 harapan dan impian..tak kira hujan atau panas, lautan atau daratan, mereka tetap redahi demi tujuan tersebut..dunia ini umpama gula yang dihurungi semut…berbondong-bondong manusia berkejaran dan berlarian untuk mendapatkannya..tapi sayang seribu kali sayang, dalam kegalakan dan keghairahan mereka meraih kehidupan, ada antaranya karam dalam lautan kejahilan..lemas dalam samudera jahiliyyah…bagi mereka, matlamat boleh menghalalkan cara…yang teruna digauli bebas oleh si dara…yang tua tak lagi dilayani sopan oleh si muda…antara pahala atau dosa, itu bukan pilihan mereka..antara syurga atau neraka, itu bukan agenda mereka…

Sungguh, dunia ini adalah pesona…penuh asyik dan cukup indah..tapi kita lupa, kita berada sebentar di hamparannya…kita berada sementara di atasnya..hanya ketakutan tertinggi yang bisa mengawal hala tuju dan arah kehidupan…ia bukan takut yang menyelimut kita ke dalam kerendahan dan kelemahan tapi ia adalah takut yang mengangkat kita tinggi untuk menggapai kegemilangan..itulah dia TAQWA..ketakutan kepada Allah..ketakutan pada Tuhan sekalian alam..

Apakah maksud taqwa?

Soalan ini ditanyakan oleh Umar Al-Khattab kepada Ka’ab bin Malik lalu Ka’ab membalasnya dengan pertanyaan.

Pernahkah engkau wahai Umar melalui jalan penuh duri?

Pernah.

Dan apa yang engkau lakukan?

Aku sinsing kainku agar tidak dicarik duri dan aku langkah kakiku berhati-hati untuk mengelak dari terpijak duri.

Maka itulah dia taqwa, Ka’ab menjawab.

Taqwa membuatkan kita takut menyentuh apa-apa sahaja yang dilarang Allah..taqwa menjadikan kita takut untuk melakukan apa-apa sahaja yang ditegah Allah..Ia adalah penjagaan yang cukup dan sangat berhati-hati..Ia adalah waspada yang tertinggi…

Dengan taqwa, kita tak tega untuk mengejar dunia semata tapi negeri akhirat itulah yang menjadi agenda utama kehidupan ini..

Dengan taqwa, kita tak ampuh untuk meraih dunia semata tapi tamanan syurga itulah yang menjadi idaman terindah untuk dicapai..

“Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa apabila mereka dibayang-bayangi fikiran jahat (berbuat dosa) dari syaitan, mereka pun segera ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat (kesalahan-kesalahannya).” (Al-A’araf: 201)

Taqwa.

Itulah ketakutan sebenar yang perlu dicari…

Ianya perlu digembur dan dipeduli…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: