Tautan rasa pengabdian masa: 1

Nota kusam itu mengetuk jiwa ini lagi…tak pasti siapa penulisnya…moga jadi manfaat untuk dikongsi bersama…

Tersungging senyuman horizon di sebelah Timur. Salam setia pamitan malam pun dihulur. Kelibat fajar menyerak dingin. Tirai hari dikuak tenang. Berderai tingkah unggas di rimba, bersahutan kokok ayam di desa. Lalu azan mengguris kesunyian alam, menitik air wuduk di wajah kita.

Tuhan, berkatilah umur ini seadanya.

Solatku, hidupku, matiku dan seluruhnya hanya buatMu, Pencipta Subuh.

Ketika muqaddimah kehidupan berlalu pantas, sewaktu biduk diri belayar di selaut tugas, mentari pun makin dermawan dengan sinaran. Rezeki Tuhan terus ditagih pinta. NikmatNya terus diraih teroka, segala yang di samudera, darat dan udara…Sebutir keringat, segunung permata. Namun, agar manusia tidak alpa, supaya hati ingat Pemberi nikmat, istirehatkan sebentar jiwa dan perasaan yang terus tenang dalam kesibukan.

Di solat Duha, pintalah bantuan…


One response to “Tautan rasa pengabdian masa: 1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: