Monthly Archives: February 2011

Pada-Mu saja

“Tidak ada daun yang gugur yang tidak diketahuiNya.” (6:59) Sungguh, Allah Maha Tahu. Biar rindu ini jadi  ibadah pada-Mu…

Tatkala serasa rinduku menjengah sukma

Pada-Mu saja aku mengadu

Jadikan hatiku kental

Jadikan jiwaku tegar

Tiada mengalah apatah mengundur.

p/s: sahabat, selamat berjuang di medan imtihan. moga kejayaan ini milik bersama. Februari yang melakar kisah indah untuk dikenang. semoga hari esok lebih baik dari hari ini.


Al-Ra’d: 17

“…….Allah telah menurunkan air hujan dari langit, maka mengalirlah ia air di lembah-lembah menurut ukurannya, maka arus itu membawa buih yang mengambang. Dan dari apa logam yang mereka lebur dlm api untuk membuat perhiasan atau alat-alat, ada pula buihnya seperti buih arus itu. Demikian Allah membuat perumpamaan tentang yang benar dan yang batil. Adapun buih, akan hilang sebagai sesuatu yang tidak ada gunanya, tetapi yang bermanfaat bagi manusia, akan tetap ada di bumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaan…..” Al Ra’d : 17

Jiddiyyah.

Tersusun.

Ikhlas.

Jika benar pada cara dan matlamat, nescaya Allah bersamamu.


Jangan pernah berhenti…

Basahkan jiwa dengan hujan taqwa yang menyimbah. Usah biar ia kontang dan lesu. Jangan pernah berhenti…

09 02 11.

Alhamdulillah, puji syukur dipanjatkan padaNya atas nikmat usia ini…setahun lagi masa menginjak…bermakna setahun lagi mendekati hari akhir..hari kematian yang entah bila kan berlaku…Terasa diri cukup tua. Tua untuk merasa tak bersedia dalam menghadap hari  perhitungan nanti…Tua untuk merasa lengah dalam mengejar seoptimal amal di dunia ini. Tua untuk bersenang-senang tanpa agenda di hadapan. Tua untuk tidak serius dalam satu-satunya jalan menuju syurga penuh kenikmatan..

Usia adalah angka tapi impaknya bukan sekadar berapa banyak bertambah nilainya tapi sejauh mana angka usia itu dieksploitasi. Sama ada pada jalan kebaikan atau keburukan. Kalaupun hidup cuma 20 tahun, tapi tempayan amal sudah penuh terisi, itu lebih bermakna dari berdekad-dekad atau berabad lamanya hidup di dunia ini namun gelas amal  masih kosong. Kejarlah masa mudamu sebelum masa tuamu. Orang yang paling bahagia adalah mereka yang hidup untuk orang lain…bermanfaat pada orang lain.

Mustahil untuk kita pulang ke kampung halaman sebenar dengan berlenggang sahaja?

Mustahil untuk kita menghadap Allah tanpa bekal di sisi?

Relaks itu adalah maut.

Jadi, jangan pernah berhenti untuk melangkah demi dakwah dan tarbiyyah.

Jangan pernah berhenti.

“Berangkatlah kamu baik dengan rasa ringan mahupun dengan rasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan jiwamu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”

(At-Taubah:41)

Semoga Allah redha.


A new chapter… Bangunlah!