Harus memiliki sebelum memberi

Mana mungkin ingin memberi andai tidak memiliki. Itu logika akal yang harus diakui. Bila berbicara tentang keupayaan diri, rata-rata antara kita merasakan diri kurang mampu untuk melakukan perkara yang jarang-jarang kita lakukan atau diberi taklifan yang tak pernah dilaksanakan.

Kadang-kadang ada yang terus menolak dengan menafikan kebolehan diri. Sedangkan kita sepatutnya harus mengambil kira mengapa kita diberikan taklifan tersebut. Apakah yang melayakkan kita untuk menyandang tugasan itu dan bukan menidakkannya dengan alasan aku tidak pandai atau tiada pengalaman. Bukankah kita belajar sebab kita tidak pandai? Dan bukankah pengalaman hanya tampil bila mana kita melaluinya?

Ingatlah, Allah tidak akan memberikan taklifan tanpa kamu melakukannya.

Kekurangan diri adalah wadah terbaik untuk  membantu diri ditarbiyyah…

Kerana kelemahan itu menuntut diri untuk mencari kekuatan…

Rancakkan langkah!

Sungguh, masih banyak jiwa yang harus diislahkan…

p/s: Tarbiyyah itu pengembangan. Selagi masih ada di sini, bekerjalah seolah-olah akan hidup selama-lamanya dan beribadahlah seolah-olah akan mati esok harinya. Tarbiyyah itu sampai bila-bila.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: