Ketemu cinta [3]

291011- Sesudah tasbih kafarah: pada riak wajahnya, ada air mata yang berkaca, pada suaranya, ada getar rasa yang merisaukan…kita tangguhkan  lembaran bumi Adelaide untuk kau buka helaian yang lebih luas nanti..kita hanya punya harapan, dan Allah punya jawapan…pesan murabbi, moga tsabat…

Baru semalam rasanya aku mengenal ungkapan dakwah dan tarbiyyah…

Ungkapan yang mengenalkan aku pada sebuah fikrah…

Ungkapan yang menemukan aku tentang cinta rasul dan Allah…

Ungkapan yang mengajar aku erti hidup untuk ke Jannah…

 

Masih segar di ingatan, di mana bumi ini kujejak empat tahun yang lalu…

Ketika cahaya Islam dalam diri masih kelam tanpa hala tuju…

Ketika jiwa masih lagi rapuh dengan urusan duniawi yang menipu…

Ketika hati masih belum sebenar-benar kembali pada Pencipta yang Satu…

 

Semalam, bukanlah hanya sekadar satu penghargaan…

Bukan hanya dipilih di mata seorang insan…

Tapi, kisah ini jadi saksi sebuah perjuangan…

Demi menggarap redha dan cinta Tuhan sekalian alam…

 

Akhi, ukhti…

Perjalanan ini masih panjang dan jauh…

Bumi subur ini cuma medan persiapan untuk medan sebenar kita berlabuh…

Agar diri tak jadi ampuh…

Agar diri tak mudah goyah dan terjatuh…

 

Buat perindu  syurga-Mu Allah,

Berangkatlah baik dengan rasa ringan atau payah…

Hanya tsabat buah amal menuju akhirah…

Jangan pernah berhenti untuk melangkah demi dakwah dan tarbiyyah…

Ya Allah, pilihlah dari jiwa-jiwa kami untuk menghuni syurgaMu di sana nanti…

***

Sesudah tasbih kafarah

by Dr Rozanizam Zakaria MMA ’11

 

telah lusuh lembaran Munthalaq

telah luruh helaian Fil Zhilal

sekejap lagi akan terlafaz tasbih kafarah

tanda ada sesuatu bakal ditangguhkan

detik bukan di bahagian kita

masa juga bukan milik kita

 

tanah ini akan kau tinggalkan

biarpun belum puas kita bercerita

tentang hidup, tentang risalah, tentang ummah dan tentang hari esok

rasa seperti baru semalam kering air mata kita menangis bercerita tentang kelmarin

dan hari ini tiba masa untuk kita berdebar bercerita tentang hari esok

 

dia datang kepadaku

langkah cukup teratur

katanya,

“akh! ana risau kalau-kalau tidak tsabat!”

pada wajahnya

ada air mata yang berkaca

pada suaranya

ada getar yang merisaukan.

 

ya Allah kami sendiri tidak tahu

kerana kami hanya punya harapan

dan Kau yang punya jawapan

 

akhi, ukhti

di sini kita tangguhkan lembaran bumi adelaide

untuk kau buka helaian yang lebih luas nanti

sampaikan salam kami pada jalan yang jauh ini

sampaikan doa kami

moga tsabat

wassalam.



2 responses to “Ketemu cinta [3]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: