Bukan bumi yang menyucikan kita.

Hidayah itu milik Allah…hanya milik Allah…

Garisan sejarah hidup yang kita lakar semakin memanjang…dengan usia yang semakin meningkat, dengan status diri yang sudah bertukar, dengan kerjaya yang lebih stabil, dengan kepergian mereka yang tersayang dan bermacam-macam lagi rentetan kehidupan yang sudah, sedang dan akan berlaku…apapun, setiap satu dari yang telah diperlakukan di fasa dunia ini telah termaktub dalam catatan harian si penjaga kiri dan kanan, Raqib dan ‘Atid…entah yang ke berapa buah buku sudah dikumpulkan dan qalam yang telah dihabiskan… kita masih tetap di sini..diberi nafas lagi untuk terus bergerak beriringan dengan waktu yang tersisa, melakar dan terus melakar ceritera mengisi kamus sebuah kehidupan…

Kisah empat tahun yang lalu, ketika cintaNya dikail jiwa…satu rasa yang tak mampu diungkap dengan lisan..hanya jiwa yang bisa berbicara merafak syukur buat Dia yang mencipta…sungguh, hidayah itu milik Allah…hanya milik Allah…merasa kembali satu nikmat yang suatu dulu lenyap di sebalik topeng ciptaan manusia…karam dalam keindahan samudera maya..seakan-akan mangsa lemah yang dibiarkan dibaham ganas oleh pemangsa fatamorgana…bagaikan tipah yang tertipu….bagaikan si kijang yang dijinakkan..kini, bukanlah saat untuk menangisi permergian dari bumi subur ini tapi perpisahan ini ertinya sudah tiba waktu untuk membumikan tsaqafah pada sebuah fikrah yang tertanam di jiwa…

Sungguh, bukan bumi yang menyucikan kita…tapi kitalah yang sebenarnya akur dan ingin menyucikan diri tatkala tersedar akan hakikat sebenar tujuan penciptaan kita….dipilih olehNya adalah satu rahmat dan kemudian kita memilih untuk terus menelusuri jalan ini adalah satu nikmat…jalan yang mengenalkan tentang indahnya ukhuwwah fillah…jalan yang melorongkan sayonara jahiliyyah…jalan tarbiyyah, jalan yang mengubah…Bak kata seorang ukhti, kita umpama sebiji benih…biar dicampak ke tanah gersang menumbuhkan ladang-ladang yang subur… biar dicampak ke laut menghasilkan pulau-pulau tempat berlindung… biar dicampak ke langit membentuk bintang-bintang baru yg cukup terang…kepulangan ini bukanlah satu pengakhiran tapi ianya satu permulaan…moga penulisan ini jadi saksi agar tsabat jadi buah amal. insyaAllah.

nota kaki: setiap pertemuan pasti ada perpisahan…dulu jadi mereka yang ditinggalkan…kini, giliran diri yang bakal meninggalkan bumi subur Adelaide…semoga Allah redha…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: