Monthly Archives: February 2012

Bila waktu berpapasan

“Tidak akan tergelincir dua kaki anak Adam pada hari kiamat hingga ia ditanya tentang empat perkara: tentang usianya untuk apa ia habiskan, masa mudanya untuk apa ia habiskan, hartanya dari mana ia peroleh dan ke mana ia belanjakan, dan tentang ilmunya apa yang diperbuatkan dengan ilmunya tersebut”. (HR. Al-Bazzar dan Al-Thabrani).

09 02 12

Alhamdulillah, puji syukur kurafakkan padaNya atas nikmat usia ini…sepetak lagi waktu berpapasan…bermakna diri semakin mendekati hari akhir..hari yang kapan akan berlaku…hanya Dia yang tahu…semoga pengakhiran itu kelak adalah pengakhiran husnul khotimah…

Mengambil kata-kata dalam entri terdahulu, bila tiba hari ulang tahun kelahiran, pastinya diri terasa diri cukup tua. Tua untuk merasa tak bersedia dalam menghadap hari  perhitungan nanti…Tua untuk merasa lengah dalam mengejar seoptimal amal di dunia ini. Tua untuk bersenang-senang tanpa agenda di hadapan. Tua untuk tidak serius dalam satu-satunya jalan menuju syurga penuh kenikmatan..

Ya Allah, tuntun aku dalam sabar untuk menelusuri jalan ini…

Sungguh, ku ingin jadi hamba yang bisa bersantai di pentas di syurgaMu ar-Rahman.

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanya kepada Kami kamu dikembalikan. (Al-Ankabut: 57).

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. (Al-Imran: 185)

Kematian adalah sebaik-baik tazkirah.

Advertisements

Muhasabah

“Adakah manusia itu mengira, bahwa Kami akan membiarkan sahaja mereka berkata: Kami telah beriman, sedangkan mereka belum diuji oleh Allah swt.” (Al-Ankabut:2)

Februari tiba lagi. Alhamdulillah, masih lagi mampu merasa detak jantung berdegup. Masih lagi diberi peluang untuk terus sembah sujud pada Pencipta diri ini. Masih lagi diberi ruang untuk langsung bermuhasabah diri dalam memburu redha dan rahmat Ilahi…dan kiranya juga hampir sepurnama jejak kaki ini meninggalkan bumi subur dakwah dan tarbiyyah, Adelaide. Sungguh, rindu ini acapkali bertamu. Moga ianya jadi ibadah untuk terus menguatkan diri dan istiqamah dalam kembara jalan menuju syurgaNya, insyaAllah.

Yang pasti, hidup ini adalah ujian. Hanya pinjaman untuk melihat sejauh mana hamba ini benar-benar memanfaatkan setiap nikmat yang diberikan. Kagum dengan orang-orang beriman yang cukup sabar dan redha tatkala ujian menyapa. Sungguh, andai dirimu diuji dengan kesulitan, tetapkan hati dan bersangka baiklah (husnu dzon) pada Allah. Itu tanda Allah rindu untuk mendengar bicara seorang hamba dengan Pencipta. Mungkin ujian itu juga memelihara dirimu dari sejuta keburukan dan kerumitan yang lain. Dan ingatlah, mungkin juga kerana ujian itulah yang akan meningkatkan darjatmu di akhirat kelak.

“Tiadalah terjadi sesuatu bencana itu melainkan dengan kehendak Allah, dan siapa yang percaya kepada Allah nescaya dipimpin Allah hatinya” (Surah At-Taghabun:11)

Sedang dirimu diuji, rafaklah rimbunan kesyukuran kepadaNya. Ikhlaskan hati, redha dan hadapi dengan penuh kesabaran. Moga kebaikan dunia dan akhirat itu menjadi milikmu. Moga kesempitan itu berganti dengan kelapangan. Moga keresahan itu bertukar dengan ketenangan. Sungguh, Allah Maha Kaya.

nota kaki: lagi 2 hari untuk sampai pada 12 Rabiulawal. Sama-sama kita tingkatkan amal mengingati kekasih Allah, insan qudwah yang terulung. Banyakkan selawat kepadanya dalam hidup sehari-hari kita.