Sebuah permulaan: Mitsaqan Ghaliza

fikrifauziana_

Dan bagaimana kamu akan mengambilnya kembali padahal kamu telah bergaul satu sama lain (sebagai suami isteri). Dan mereka (isteri-isteri mu) telah mengambil perjanjian yang kuat (ikatan pernikahan) dari kamu. ”  (QS An-Nisa’:21)

8 Februari 2013/27 Rabiulawwal 1434H. Tatkala itu, diri ini seakan-akan tidak percaya…dengan satu lafaz yang sayup-sayup kedengaran dari pita suaranya, rasa diri masih bermimpi…ada genang mutiara jernih yang membasahi…ada tenang yang menyapa di hati…satu rasa yang tak dapat ditafsir dan digambarkan oleh nubari…sungguh, mitsaqan ghaliza ini sudah dipatri…satu amanah, satu tanggungjawab, satu harapan, satu impian untuk mengikat janji yang kuat demi meraih redha dan syurga Ilahi.

Benarlah, jodoh itu rahsia Allah. Tidak ada yang lebih tahu melainkan Dia yang Maha Tahu. Mengimbas kembali istikharah cinta mengapa perjanjian ini diambil, sungguh kita milik Dia…rasa ragu, rasa bimbang, rasa gusar, rasa takut kalau tersalah pilih, rasa nanti kurang serasi, semuanya lenyap bila kita bersatu atas matlamat dan impi yang sama…semuanya sirna bila kita bersatu atas kasih sayang dan ketaatan kepadaNya…Percayalah, rumahtangga muslim adalah risalah…dan perjalanan ini masih panjang dan jauh…

Faiza ‘azamta, fatawakkal ‘alallah.. Inallaha yuhibbul mutawakkileen..(kemudian apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang yang bertawakkal) (QS Al- Imran: 159)

Mitsaqan ghaliza – sebuah perjanjian yang kuat…yang punya beban dan makna yang tersirat…yang pada dasar kaca fitrah manusia melihat sebagai ikatan yang serba indah…namun, bagi kita yang meyakini perjuangan ini, ianya bukanlah sekadar itu tetapi jauh lebih indah dengan 1001 amanah dan tugas yang harus dipikul…yang bakal disulam dengan 1001 gelora dan tribulasi yang menjadikan tarbiyyah kehidupan jauh lebih manis…

Buatmu al-akh, moga mitsaqan ghaliza ini membuatkan kita lebih cinta padaNya, lebih tenteram beribadah kepadaNya, menjaga kehormatan dari kemaksiatan dan menyempurnakan agamaku dan agamamu agar jauh lebih menghamba padaNya.
Moga cinta kita sampai syurgaNya..insyaAllah…

“Tak perlu menuntut yang sempurna, dan mempersulit keadaan yang sebenarnya sederhana. Kerana padaku dan padamu juga kelemahan itu selalu ada. Yang benar adalah sempurnakanlah niat awal kita, jika ia penuh berkah dan redha dariNya, maka titik kemuliaan menjadi seorang manusia insyaAllah akan dimudahkan oleh Allah untuk ada dalam diri kita.” (Dakwatuna.com)

ff
Sebuah permulaan: Mitsaqan Ghaliza.
Satu syukur. Moga Allah redha.
“Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang bertaqwa. (Al-Furqan: 74)
Bumi tarbiyyah,
Baling Kedah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: