Hikmah kembara [5]…Dialah sebaik-baik perancang.

hosp balingSetahun yang berlalu…Manusia itu merancang dengan cita, tapi Allah merancang dengan cinta pada hambaNya…Sungguh, Dialah sebaik-baik perancang.

April menjenguk kembali…alhamdulillah, kita masih di sini…bernafas dalam rahmat Ilahi…entah ke berapa kali lafaz syukur mengiringi setiap gerak geri…moga kita tak pernah lupa padaNya…Dan sedar tak sedar, cukup pantas masa berputar…seakan baru semalam diri ini dikhabarkn untuk menabur bakti buat warga jelapang padi nun jauh di utara…rupanya, setahun sudah berlalu…bermacam-macam cerita suka duka dilakar…kisah-kisah hikmah kembara yang memenuhi babak-babak tarbiyyah sebuah kehidupan…terlalu banyak untuk dikenang dan dipahatkan..dan yang pasti, kisah-kisah itu adalah pengalaman terindah dan terbaik untuk kita menghadap hari-hari mendatang…

Setahun yang berlalu, bermakna sampai waktu lagi untuk diri ini menanti jawapan untuk tempat kerjaya yang seterusnya…bukanlah tujuan penulis untuk meng‘highlightkn‘ tempat mana yang terbaik untuk mana-mana kerjaya, tapi di sebalik sebuah penantian itu, terkandung makna-makna tersirat yang padanya ada tarbiyyah dari Dia untuk diri yang ingin belajar dan terus belajar…

Dalam hidup ini, setiap dari kita pasti tak pernah terlepas dari sebuah penantian. Si pelajar menanti keputusan peperiksan, si graduan menanti sebuah pekerjaan, si teruna menanti jawapan persetujuan si dara, si ibu dan ayah menanti kelahiran sang cahaya mata dan berbagai-bagai lagi contoh yang kita sendiri pernah hadapi…Tapi, pernahkah kita sedar, dalam sebuah penantian, ada bicara sabar dan ikhtiar yang mengiringi? Ada bicara redha dan tawakkal yang menemani? Menanti bukan hanya menopang dagu sambil menggoyangkan kaki…sebaliknya, biarlah penantian itu penuh dengan rencah-rencah usaha untuk mendapatkan lazatnya pengakhiran jawapan..Alangkah indah andai penantian itu dihiasi dengan doa dan pergantungan yang total kepadaNya…Alangkah indah andai penantian itu disulam dengan pengharapan dan tekad untu beroleh redhaNya…

Justeru, andai kenyataan tidak semanis yang diimpi di penghujungnya, kita masih mampu mengukir senyum dengan  cebisan pahala yang dikumpul…andai taqdir tidak seperti yang diidamkan, kita masih mampu berlapang dada dengan hikmah di sebalik realiti yang muncul…Sungguh, kita tidak tahu, sedang Dia Maha Tahu.

.”…Dan tiada seseorang pun yang betul mengetahui apa yang akan diusahakannya esok (sama ada baik atau jahat); dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi negeri manakah ia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, lagi Amat Meliputi pengetahuanNya. (Luqman, 31:34 )

Manusia itu merancang dengan cita, tapi Allah merancang dengan cinta pada hambaNya.
Sungguh, Dialah sebaik-baik perancang.
Sebuah penantian.
Moga semuanya untuk Allah.

02042013.

The end of PRP’s journey.

Hope for a better tomorrow. InsyaAllah.

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: